10/21/2019
Harga Saham 888 Turun Ditengah Pertumbuhan Di Inggris

Harga Saham 888 Turun Ditengah Pertumbuhan Di Inggris

Harga saham dari 888 jatuh setelah laporan paruh pertama tahun ini yang dimana memperlihatkan peningkatan pendapatan perusahaan yang naik 2 persen year-on-year menjadi 277,3 juta dollar AS tetapi keuntungan perusahaan sebelum pajak jatuh 63 persen menjadi hanya 22,2 juta dollar AS.

Harga saham dari operator tersebut lansung jatuh begitu laporan keuangan tersebut dikeluarkan yang dari 1,67 pounds atau sekitar 2,06 dollar AS menjadi 1,53 pounds walaupun pada akhirnya pulih sedikit pada angka sekitar 1,57 pounds.

Pendapatan LFL tumbuh 7 persn dengan pendapatan B2C tumbuh 6 persen menjadi 262,5 juta dollar AS dan casino mengalami kenaikan pendapatan 9 persen menjadi 175,4 juta dollar AS.

Pendapatan taruhan olahraga juga naik 19 persen menjadi 44,5 juta dollar AS dengan pendapatan bingo naik 17 persen walaupun pendapatan pro forma bingo mengalami penurunan 3 persen.

Harga Saham 888 Turun Ditengah Pertumbuhan Di Inggris
Harga Saham 888 Turun Ditengah Pertumbuhan Di Inggris

Namun, pendapatan poker jatuh 24 persen menjadi 23,1 juta dollar AS dan B2B jatuh 44 persen menjadi 14,8 juta dollar AS.

Sementara itu pendapatan UK naik 14 persen menjadi 97,6 juta dollar AS. Perpindahan dari Cashcade Bingo dan akuisisi dari Costa Bingo dan AAPN mempengaruhi keuntungan dari 888. Akuisisi dari BetBright sebesar 15 juta dollar AS pada Maret lalu berhasil mencatatkan level keuntungan.

Dengan penyesuaian EBITDA mengalami penurunan 20 persen menjadi 41,8 juta dollar AS, keuntungan yang disesuaikan sebelum pajak jatuh 36 persen menjadi 27,1 juta dollar AS dengan beberapa poin yang disebutkan sebelumnya membuat keuntungan sebelum pajak jatuh cukup dalam.

“888 dapat tetap mempertahankan performa yang solid pada paruh pertama 2019,” kata Itai Pazner, CEO 888.

“Grup bisnis di Inggris melanjutkan pemulihannya yang mana didukung oleh inovasi produk menarik termasuk juga fokus 888 untuk selera konsumen yang sukses dan perluasan layanan untuk beberapa pasar di Eropa seperti Swedia dan Portugal membuat kami sangat optimis untuk paruh kedua 2019 dan tahun 2020.”